BANYUWANGI.KLIKSURABAYA.CO.ID – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para pelajar untuk aktif mengikuti beragam kompetisi. Hal ini sebagai bagian dari memupuk rasa percaya diri anak.
Ajakan tersebut disampaikan Ipuk saat menghadiri kompetisi “English Speech Contest 2026” di MAN I Banyuwangi, Rabu (29/7/2026). Kompetisi yang diinisiasi oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut diikuti sebanyak 87 peserta dari SMP dan MTs se-Banyuwangi.
Ipuk mengatakan, kompetisi bukan sekadar ajang meraih prestasi, melainkan menjadi sarana membangun karakter, melatih public speaking, berpikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan.
“Berani mencoba adalah langkah awal menuju kesuksesan. Jangan pernah takut untuk tampil dan ikut semcam kompetisi ini. Melalui English Speech Contest ini, kalian bisa mengasah kemampuan komunikasi, memperkuat rasa percaya diri, sekaligus menunjukkan potensi terbaik yang kalian miliki,” tutur Ipuk.
Para siswa pun tampil all out dengan menampilkan kemampuannya Bahasa Inggris. Mereka wajib membawakan pidato dengan tema “Budaya dan Pariwisata Banyuwangi”.
Seperti yang dilakukan, Ilhamka Cahya Al Kholidi dari SMPN I Banyuwangi. Ia terlihat sangat percaya diri saat tampil. Dengan suara lantang, ia menceritakan secara detail dan menarik tentang keindahan destinasi Taman Nasional Alas Purwo, salah satu jujugan wisata unggulan di Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.
Graceylla Alleynadyne Claudya dari SMPN 5 Banyuwangi juga tampil memukau dengan pidato bertema Endog-Endogan. Diikuti Nada Tazkia Milah dari SMPN 4 Banyuwangi yang menceritakan tentang pesona Gandrung Sewu. Disusul penampilan para finalis lainnya dengan tema-tema yang tak kalah menarik.
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menjelaskan para finalis tersebut akan dinilai berdasarkan 4 kategori. Yakni kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan materi, teknik public speaking, serta kemampuan mempromosikan budaya dan pariwisata Banyuwangi.
“Ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi duta budaya banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional,” kata dia.
Para finalis merupakan peserta yang berhasil menyisihkan 67 peserta lain dalam seleksi ketat terhadap 87 video pidato berbahasa Inggris yang masuk kepada panitia. Seluruh video peserta dinilai berdasarkan lima aspek utama, yakni kesesuaian isi, kemampuan berbahasa Inggris, pelafalan dan intonasi, kemampuan public speaking, serta kualitas teknis video. (*)








