KLIKSURABAYA.CO.ID – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi Moh. Amak Burhanuddin sangat mengapresiasi Kegiatan Evaluasi Bantuan Inkubasi Program Kemandirian Pontren yang dilakukan Itjen Kemenag di Banyuwangi beberapa hari ini.
Amak berharap bantuan itu terus berkelanjutan dan dapat dioptimalkan, sehingga dapat mengangkat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar pesantren. Disamping itu juga ada pemerataan ekonomi di sekitarnya.
Amak saat ikut mendampingi itjen juga ikut mengecek dan memastikan jenis bantuan yang diterima, sehingga sangat dibutuhkan oleh pesantren untuk pengembangan perekonomian yang ada di pontren.
“Kami berharap Pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi di pesantren”, ungkapnya.
Saat ini Itjen Kemenag mengawal program kemandirian pesantren di 3 pontren yang ada di lingkungan Kankemenag Kabupaten Banyuwangi penerima bantuan inkubasi unit usaha. Tim yang diterjunkan dikomandoi oleh Ali Yuddin (Pengendali Teknis) dipimpin oleh Priambodo sebagai ketua tim dan dibantu anggota tim (Aris Yudianto dan Agus Yunanto), terjun langsung ke 3 lokasi pontren yaitu Pontren Subulussalam, Pontren Mambaul Ulum dan Pontren Darul Mukhtar.
Sebenarnya ada 6 Pondok pesantren penerima bantuan inkubasi dan semuanya dievaluasi dengan jenis bantuan bantuan minimarket, digital printing dan event organizer. Evaluasi menjadi mutlak karena saat ini kemandirian Pesantren menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Yaqut Cholil Qoumas.
Kemandirian ini bermakna, pesantren akan memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dalam menopang tiga fungsi, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Ali Yuddin, dalam program kemandirian ini Kementerian Agama memberikan atensi kepada kalangan pesantren melalui pemberian bantuan, inkubasi, pelatihan bisnis, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan manajemen pemasaran, pelatihan sumber daya manusia, dan lain-lain.
“Instrumen yang dinilai dalam melakukan evaluasi adalah dari sisi ketepatan prosedur, ketepatan guna, ketepatan waktu dan jumlah. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai seberapa besar added value yang diterima pontren ketika bantuan inkubasi ini dikelola dengan optimal dan sejauh mana kontribusi pada ekonomi masyarakat sekitar pontren”, pungkas Ali Yuddin. (RLS)









