Ngopi Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI

Redaksi | agama
oleh

KLIKSURABAYA.CO.ID – Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar acara Ngopi (Ngobrol Bareng Pendidikan Islam) bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang dilaksanakan di aula MTsN 3 Banyuwangi, Jum at (31/03/2023).

Acara tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah serta tenaga kepegawaian di lingkup Kementerian Agama kabupaten Banyuwangi dengan penuh antusias dan semangat.

Kepala Kemenag Banyuwangi Moh. Amak Burhanudin dalam sambutannya mengatakan, bahwa seluruh madrasah di lingkup Kemenag kabupaten Banyuwangi telah banyak menorehkan prestasi, bukan hanya instansi tetapi juga prestasi para siswa-siswinya yang tidak diragukan lagi.

“Di Banyuwangi, sudah banyak madrasah negeri maupun swasta yang telah menorehkan prestasi baik dari lingkup instansi maupun siswa-siswinya”, terang Amak.

Sebagai contoh kata Amak, MTsN 3 Banyuwangi yang telah dinobatkan oleh Direktur KSKK Kemenag RI sebagai madrasah terbersih dari seluruh madrasah yang ada di Indonesia. Selain itu, prestasi siswa dari MTsN 11 Banyuwangi yang mampu membuat inovasi di bidang entrepreneur, imbuhnya.

Amak berharap dari kegiatan Ngopi (Ngobrol Bareng Pendidikan Islam) akan membawa manfaat dan menambah ilmu bagi para pelaksana pendidikan di lingkup Kemenag kabupaten Banyuwangi dalam menjalankan amanah untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Zainul Hamdi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyampaikan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting dan diibaratkan sebagai senjata pagi para pemiliknya.

“Pendidikan itu adalah senjata yang paling kuat untuk mentransformasi dunia. Maka dari itu siapapun mereka yang telah punya bekal pendidikan dan mampu mengamalkan di jalan yang benar, maka merekalah yang akan mampu mentransformasi dunia menjadi lebih baik” tegasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Mohammad Ali Ramdhani menyampaikan, yang harus dilakukan sebagai tenaga pendidik maupun kependidikan di ranah madrasah adalah dengan memanfaatkan celah atau ruang kosong menjadi sebuah inovasi yang nantinya akan mencapai tujuan dari pendidikan bagi para insan penerus bangsa.

“Tujuan utama dari sebuah pendidikan adalah menciptakan insan-insan yang bahagia, di dunia akhirat. Salah satu penerapannya dengan menciptakan sebuah inovasi yang memanfaatkan ruang kosong di lingkup madrasah dan melibatkan peran para siswa agar mereka mampu membawa bekal ilmu yang cukup dan bermanfaat di kemudian hari yang akan mengantarkan kebahagiaan”, ucapnya. (RLS)